Kamis, 23 Oktober 2014

Balada Pencangkul Kebun



Bro. Ares

Panas terik menyengat bumi,
Tanah terlihat tandus dan kusam,
Bilur-bilur keringat mengalir dari kulitku yang using ini,
Dibalut debu yang melekat.
Asap sampah mengepul menyesakkan mataku,
Debu tanah mengepul menyesakkan dadaku,

Tanganku lelah!!!
Rasanya ingin berhenti,
Namun hati ini terus mendesak tangan kurusku
Tuk terus mempertahankan ritme dari pacul tuaku ini.
Aku ter mencangkul dan mencangkul
Dengan napas setengah tersengal

Jujur aku pun tak ingin melakukan hal ini,
Tetapi begaimana masa depan anakku kelak?
Aku juga harus membantu suamiku
Agar asap dapur rtetap mengepul

Lelah sering datang menghantui,
Namun tatapan memelas anak-anakku
Terus menari di anganku,
Mengusir hantu lelah itu,

Tak ada kata menyerah bagiku,
Aku harus terus mencangkul,
 semua demi mereka yang aku sayang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar