Bro. Ares
Panas
terik menyengat bumi,
Tanah
terlihat tandus dan kusam,
Bilur-bilur
keringat mengalir dari kulitku yang using ini,
Dibalut
debu yang melekat.
Asap
sampah mengepul menyesakkan mataku,
Debu
tanah mengepul menyesakkan dadaku,
Tanganku
lelah!!!
Rasanya
ingin berhenti,
Namun hati ini terus mendesak tangan kurusku
Tuk terus mempertahankan
ritme dari pacul tuaku ini.
Aku ter mencangkul dan mencangkul
Dengan napas setengah tersengal
Jujur aku pun tak ingin melakukan hal ini,
Tetapi begaimana masa depan anakku kelak?
Aku juga harus membantu suamiku
Agar asap
dapur rtetap mengepul
Lelah sering datang menghantui,
Namun tatapan memelas anak-anakku
Terus menari di anganku,
Mengusir hantu lelah itu,
Tak ada kata menyerah bagiku,
Aku harus terus mencangkul,
semua
demi mereka yang aku sayang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar