Kamis, 23 Oktober 2014

CINTA TANPA BATAS


Fr. Ayub Adha


“ No man is an island. Tidak ada manusia yang hidupnya seperti pulau ”.
Ungkapan kecil ini mau mengatakan kepada kita bahwa sejatinya manusia tidak dapat hidup sendirian. Manusia membutuhkan orang lain. Itulah kodrat manusia yang tak dapat disangkal. Manusia diciptakan untuk saling melengkapi kekurangan yang lain dan juga memenuhi kebutuhan yang lain.

Sebagai ciptaan Tuhan yang paling mulia, manusia sederajat dengan yang lainnya. Baik laki-laki maupun perempuan, semuanya sama di mata Allah. Tak ada seorang pun yang dapat menganggap dirinya lebih tinggi, lebih mulia atau bahkan lebih pantas hidup dari orang lain. Semua manusia adalah sama, karena manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia. Kesederajatan inilah yang juga dijunjung tinggi di negara kita tercinta, Indonesia.

Gereja Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal Jakarta berdiri berdampingan. Sumber Foto: http://chaerreina.blogspot.com
 Indonesia adalah negara pluralis. Negara majemuk yang meliputi perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Indonesia memiliki masyarakat yang mendiami pulau-pulau berbeda, dari Sabang sampai Merauke. Masyarakat dunia mengakui bahwa Indonesia adalah negara kesatuan (NKRI), dengan semboyan: Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu. Hal ini merupakan fakta aksiomatis (yang tak dapat dibantah) dan tak dapat disangkal oleh siapa pun.

Salah satu hal mencolok yang timbul kemajemukan Indonesia adalah dalam hal agama. Di Indonesia, terdapat beberapa agama. Muslim, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan juga Kong Hucu. Sejatinya, hubungan antar agama berjalan damai dan harmonis. Namun, kecenderungan manusiawi kita lebih mengarahkan kita pada kesombongan. Tidak heran jika keharmonisan kehidupan agama kita, banyak kali dinodai oleh pertikaian antar agama, terutama antar umat Muslim dengan Kristen-Katolik.

Kasus pertikaian di Ambon (2000) atau di  Maumere (1999) dan yang sekarang terjadi di Gaza, mencerminkan betapa rendahnya toleransi antar umat beragama. Pesan cinta kasih dan perdamaian yang diserukan oleh setiap agama, dihancurkan oleh fanatisme agama yang salah.

Agama merupakan tempat manusia untuk mencari kedamaian. Setiap agama mengajarkan kepada para penganutnya untuk mencintai dan mengasihi umat beragama lain. Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk memfitnah agama lain. Bahwa agamanya lebih suci daripada agama lain. Baik Muslim, Kristen-Katholik, maupun agama lain, semuanya bertujuan sama yakni menemukan Tuhan.

Berbeda-beda tetapi tetap satu: INDONESIA. Sumber Foto: http://andainah.blogspot.com
 Ajaran agama merupakan pijakan seseorang untuk bertindak. Setiap tingkah laku seseorang, pasti tidak keluar dari ajaran agamanya. Setiap pemeluk agama, apa pun agama yang dianutnya, harus menerapkan ajaran agamanya itu dalam relasi dengan orang lain. Apabila setiap orang sadar akan hal ini, maka hubungan antar agama pasti akan harmonis.

Dalam tulisan ini, saya mengangkat satu hal yang kiranya menjadi pegangan bagi kita dalam berelasi, khususnya dalam menjaga hubungan antar agama. Senjata kecil ini adalah cinta tanpa batas. Cinta tanpa batas berarti cinta yang bebas. Cinta yang universal. Cinta tanpa batas mengharuskan seseorang untuk mencintai semua orang, tanpa memandang siapa dia. Cinta tanpa batas mengandaikan seseorang keluar dari batas-batas suku, ras, agama, maupun golongan.

Seorang Kristen tidak hanya harus mencintai sesama Kristen. Sebagai manusia, seorang Kristen harus mencintai semua orang, tanpa memandang apakah dia seorang Muslim, Hindu, Budha, maupun Kong Hucu. Cinta universal berarti seseorang berani keluar dari tembok-tembok pemisah, untuk menjamah saudara-saudari kita yang lain.

Sumber foto: http://tilulas.com
 Perdamaian terjadi mengandaikan ada cinta. Cinta menjadi pijakan utama dalam menjaga hubungan atau relasi dengan orang lain. Cinta membuat seseorang sadar bahwa semua orang adalah saudara-saudarinya. Kiranya cinta menjadi pegangan utama kita, dalam menjalani hidup kita sehari-hari. Cinta tanpa batas menjadi faktor yang memperindah relasi kita, terutama hubungan antar agama. Love is Life.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar